Sujud Tilawah

bagaimana cara sujud tilawah?, mau tau lebih banyak tentang sujud tilawah? Simak konsultasi berikut!

Da'i Ambassador

Assalamu'alaikum Wr Wb.

Di bulan Ramadan ini, banyak kaum muslimin yang membaca Al-Qur’an dan Alhamdulillah saya termasuk di dalamnya.

Saya sedikit mengerti mengenai ayat sajdah dan sujud tilawah. Namun suatu ketika, saya mendapati salah seorang jamaah yang membaca ayat sajdah, namun dia tidak sujud tilawah. Orang tersebut hanya membaca tasbih Subhanallah Walhamdulillah wala ilaaha illallah Allahu Akbar sebanyak tiga kali. Saya tidak mengerti dari mana orang tersebut berdalil.

Mohon kiranya Ustaz berkenan menyampaikan kepada saya mengenai ayat sajdah dan sujud tilawah dengan bahasan yang cukup signifikan namun ringkas dan mudah dipahami.

Demikian permohonan saya dan terima kasih.

Jawaban:

Wa'alaikumussalam Wr Wb. 

Ayat sajdah adalah ayat yang menceritakan tentang


1.   Ciri orang beriman, yaitu bersujud kepada Allah

2.   Ciri orang kafir, yaitu tidak mau bersujud kepada Allah.

Bagi orang yang membaca ayat sajdah, maka disunahkan untuk bersujud. Salah satu hikmah dari kesunahan bersujud setelah membaca ayat sajdah ini adalah untuk menguatkan bahwa pembaca adalah orang beriman yang selalu bersujud kepada Allah, bukan seperti orang kafir yang tidak mau bersujud kepada Allah. Dengan demikian, bukan hanya pembaca ayat sajdah saja yang disunahkan untuk bersujud, tapi yang turut mendengar ayat sajdah ini juga disunahkan untuk ikut bersujud. Sujud setelah membaca atau mendengar ayat sajdah disebut dengan sujud tilawah.

Ada beberapa ayat sajdah di dalam al-Qur’an, contoh yang paling mudah adalah Q.S. Al-Alaq ayat 19 (ayat terakhir).

Bacaan sujud tilawah:

Simak hadis berikut:


عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي سُجُودِ الْقُرْآنِ بِاللَّيْلِ يَقُولُ فِي السَّجْدَةِ مِرَارًا سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ.

"Dari Aisyah radliallahu ‘anha ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan sujud Al Qur’an (sajdah) pada malam hari beliau mengucapkan beberapa kali: “SAJADA WAJHIYA LILLADZII KHALAQAHU WA SYAQQA SAM’AHU WA BASHARAHU BIHAULIHI WA QUWWATIHI” (Wajahku bersujud kepada Dzat yang telah menciptakannya dan telah membuka pendengaran serta penglihatannya dengan daya dan kekuatanNya). (HR. Ibn Majah, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ahmad)."

Atau boleh juga membaca subhana rabbiyal a’la sebanyak tiga (3) kali seperti bacaan sujud dalam salat. 

Bagaimana cara melakukan sujud tilawah?

Jika dilakukan dalam keadaan salat, maka ketika ayat sajdah telah dibaca, langsung saja takbir Allahu Akbar tanpa mengangkat tangan, kemudian sujud tilawah satu kali lalu bangkit dari sujud dengan mengucapkan takbir Allahu Akbar lalu meneruskan bacaan dalam salat tadi.

Jika dilakukan di luar salat, maka setelah selesai membaca Ayat Sajdah, berdiri menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan bertakbiratul Ihram Allahu Akbar disertai niat untuk sujud tilawah, lalu kemudian sujud tilawah, lalu kemudian duduk dan salam.

Sujud tilawah yang dilakukan di luar salat, syaratnya sama seperti syarat sah salat, yaitu suci dari hadas, menutup aurat dan menghadap kiblat.

Untuk pertanyaan Anda, mengapa ada sebagian orang yang membaca Subhanallah walhamdulillah wa la ilaha illallah walllahu Akbar tiga kali bagi orang yang tidak sujud tilawah, kami meyakini bahwa mereka melakukan hal tersebut karena mengikuti keterangan para ulama yang berpendapat bahwa kesunahan sujud tilawah telah sama dengan kesunahan salat tahiyyatul masjid. Artinya, bagi orang yang tidak bisa melakukan salat tahiyyatul masjid karena berhadas, maka menurut Mazhab Syafi’I dianjurkan diganti dengan membaca zikir Subhanallah Walhamdulillah Wa la ilaha Illallah Wallahu Akbar Wa la Haula Wa La Quwwata Illa Billahil ‘Aliyyil Adzim sebanyak 4 (empat) kali.

Keterangan ini bisa kita akses melalui salah satu kitab Fiqih Perbandingan Empat Mazhab yang disusun oleh Al-Imam Al-Juzairi sebagai berikut:

هذا, و يقوم مقام سجود التلاوة ما يقوم مقام تحية المسجد, فمن لم يرد فعل سجدة التلاوة, قرأ: سبحان الله و الحمد لله و لا إله إلّا الله و الله أكبر و لا حول و لا قوة الّا بالله العلى العظيم أربع مرات, فإن ذلك يجزئه عن سجدة التلاوة, و لو كان متطهرا.[1]

“Dalam hal ini, kedudukan (status) sujud tilawah sama dengan tahiyatul masjid. Maka bagi orang yang tidak mau melakukan sujud tilawah, hendaklah dia membaca subhanallah walhamdulillah walaa ilaha illallah wallahu akbar wala haula wala quwwata illa billahil ‘aliyyil azhim sebanyak 4 (empat) kali, karena hal tersebut dianggap cukup menggantikan sujud tilawah walaupun dia dalam keadaan suci (tidak berhadats).

Keterangan serupa juga bisa kita dapatkan dalam kitab fiqih lainnya.[2]

Demikian dan semoga bermanfaat.

Wallahu A'lam.

Foto : Freepik

 _________


[1] Abdurrahman Al-Juzairi, Kitab Al-Fqh Ala Al-Madzahib Al-Arba’ah, Dar, Al-Kutub Al-Ilmiyah, Beirut, Cetakan ke-2 1424 H, Juz 1, Hal. 424.

[2] Lihat Al-Fiqhul Islami Wa Adillatuh oleh Wahbah Az-Zuhaili, Dar Al-Fikr, Damaskus, Cetakan ke-2, 1405 H, Juz 2, Hal. 119.

Bagikan Konten Melalui :