Qabliyah dan Ba’diyah Jumat

Untuk Shalat Jumat di masjid yang adzannya dua kali, sebelum adzan kedua untuk khatib naik mimbar, umumnya jamaah melaksanakan shalat qabliyah Jumat dua rakaat dan tentunya ada yang duduk saja, tidak melaksanakannya. Pertanyaannnya, apakah shalat qabliyah Jumat ada sebagimana qabliyah dan ba'diyah Zuhur? Simak konsultasi berikut!

Da'i Ambassador

Assalamu'alaikum Wr Wb.


Maaf ustaz, saya biasa melakukan shalat sunnah qabliyah dua rakaat sebagaimana umum dilakukan oleh jamaah pada umumnya. Adapun teman di samping saya hanya duduk saja, tidak melakukan shalat sunnah qabliyah seperti kami.


Setelah shalat Jumat selesai, saya dan teman kantor saya makan siang sebelum masuk kerja Kembali. Di tengah kami makan, dia bilang begini: “Kalo Jumatan, ga ada qabliyah, yang ada tahiyatul masjid aja.”


“Ah, masa sih? Saya biasa dari kecil dan semua orang juga ngerjain sebelum adzan kedua khatib naik mimbar,” kata saya.


Teman saya tidak merespon dan diam saja hingga kami selesai makan. Tapi saya penasaran, Ustaz. Mohon penjelasannya dan terima kasih.


Wassalam.


Jawaban:


Wa'alaikumussalam wr wb.

Berikut kami kutip keterangan dari Kitab Al-Fiqh Al-Islami Wa Adillatuh karya Alm As-Syaikh Wahbeh Az-Zuhaili, pakar Tafsir dan Fiqh asal Damaskus Suriah (Juz 2 halaman 305-306, Dar Al-Fikr Beirut):


٩ - صلاة أربع ركعات قبل الجمعة، وأربع بعدها، كالظهر مستحب عند الجمهور: لأن النبي ﷺ «كان يركع من قبل الجمعة أربعاً» (٤) وكان الصحابة يصلون قبل الجمعة أربع ركعات، وكان ابن مسعود يصلي قبل الجمعة أربع ركعات، وبعدها أربع ركعات (٥).


(٤) رواه ابن ماجه.


(٥) رواه سعيد بن منصور.


“9. Shalat empat rakaat sebelum Jumat dan empat rakaat setelahnya, sebagaimana shalat Zuhur, hukumnya disunnahkan menurut mayoritas ulama. Hal ini berdasarkan alasan bahwa Nabi ﷺ “beliau biasa melaksanakan shalat empat rakaat sebelum shalat Jumat” (4). Para sahabat juga biasa melaksanakan shalat empat rakaat sebelum Jumat. Ibnu Mas‘ud pun melaksanakan shalat empat rakaat sebelum Jumat dan empat rakaat setelahnya (5).”


(4). HR. Ibnu Majah.


(5). HR. Said Ibn Manshur


وروى الجماعة إلا البخاري عن أبي هريرة أن النبي ﷺ قال: «إذا صلى أحدكم ركعتين» (١). وأكثر السنة بعدها ست ركعات لقول ابن عمر: «كان ﷺ يفعله» (٢)، أو أربع ركعات لما رواه مسلم عن أبي هريرة. والتنفل قبل الجمعة ما لم يخرج الإمام إلى المنبر إلا تحية المسجد، لما رواه أحمد عن نبيشة الهذلي عن النبي ﷺ قال: «إن المسلم إذا اغتسل يوم الجمعة، ثم أقبل إلى المسجد، لا يؤذي أحداً، فإن لم يجد الإمام خرج، صلى ما بدا له، وإن وجد الإمام قد خرج، جلس، فاستمع وأنصت، حتى يقضي الإمام جمعته، إن لم يُغفر له في جمعته تلك ذنوبُه كلها: أن تكون كفارة للجمعة التي تليها».


(١) رواه أبو داود من حديث ابن عمر. وروى الجماعة عن ابن عمر أن النبي ﷺ كان يصلي بعد الجمعة ركعتين في بيته (نيل الأوطار: ٣/ ٢٨٠).


(٢) رواه أبو داود.


(٣) الشرح الصغير: ١/ ٥١١.


(٤) مغني المحتاج: ١/ ٢٩٥.


“Diriwayatkan oleh para perawi hadis (al-jamā‘ah) kecuali Imam al-Bukhari, dari Abu Hurairah bahwa Nabi ﷺ bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian telah melaksanakan shalat dua rakaat...” (1).


Dan kebanyakan sunnah setelah shalat Jumat adalah enam rakaat, berdasarkan perkataan Ibnu Umar: “Nabi ﷺ biasa melakukan hal tersebut.” (2). Atau empat rakaat, berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah.


Adapun melakukan shalat sunnah sebelum Jumat tidak dianjurkan setelah imam keluar menuju mimbar, kecuali shalat tahiyatul masjid. Hal ini berdasarkan riwayat Imam Ahmad dari Nabisyah al-Hudzali, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:


“Sesungguhnya seorang muslim apabila mandi pada hari Jumat, kemudian datang ke masjid, tidak mengganggu seorang pun. Jika ia belum mendapati imam keluar (menuju mimbar), maka ia boleh melaksanakan shalat sebanyak yang ia kehendaki. Namun apabila ia mendapati imam telah keluar, maka hendaknya ia duduk, mendengarkan dan diam hingga imam selesai melaksanakan shalat Jumat. Jika dosa-dosanya belum diampuni pada Jumat tersebut, maka (Jumat itu) menjadi penghapus dosa-dosanya hingga Jumat berikutnya.”


(1). Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dari hadis Ibnu Umar. Para perawi hadis (al-jamāah) juga meriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Nabi ﷺ biasa melaksanakan shalat dua rakaat setelah shalat Jumat di rumah beliau. (Nail al-Authar: 3/280).


(2). HR. Abu Daud


(3). As-Syarh As-Shaghir Juz 1 Hal 511


(4). Mughni Al-Muhtaj Juz 1 Hal 295


Melalui penjelasan Syekh Wahbah, kami simpulkan secara singkat sebagai berikut:


  1. Menurut Jumhur Ulama shalat qabliyah dan ba’diyah Jumat tetap ada sebagaimana kesunahan qabliyah dan ba’diyah shalat Zuhur.
  2. Afdhalnya, shalat qabliyah dilakukan empat rakaat, dan ba’diyah juga empat rakaat. Namun dalam qabliyah dan ba’diyah baik untuk Jumat maupun zuhur boleh juga dilakukan dua rakast, namun jika ingin dilakukan dua raka’at ba’diyah, sebaiknya dilakukan di rumah.
  3. Kesunahan qabliyah Jumat dilakukan jika khatib belum naik mimbar. Jika Kahtib sudah di atas mimbar dan jamaah baru datang, sebaiknya langsung melaksanakan shalat tahiyatul masjid.
  4. Ba'diyah Jumat juga boleh dilaksanakan paling banyak 6 rakaat.
  5. Kemungkinan teman saudara itu biasa melakukan shalat Jumat di masjid yang hanya adzan satu kali dan tentunya khatib langsung naik mimbar. Jika khatib sudah naiki mimbar, maka tidak perlu lagi shalat qabliyah Jum’at.


Demikian dan semoga bermanfaat.

Wallahua’lam

Foto : Magnific

Bagikan Konten Melalui :