Masuk Surga Tidak Harus Islam

Mohon izin, Pak Ustaz! Akhir-akhir ini saya diliputi rasa gundah yang tentunya cukup mengganggu, apakah Masuk surga Tidak Harus Islam?. Benarkah? Simak konsultasi berikut ini!

Da'i Ambassador

Assalamu'alaikum Wr Wb.

Mohon izin, Pak Ustaz!
Akhir-akhir ini saya diliputi rasa gundah yang tentunya cukup mengganggu. Beberapa hari yang lalu saya menerima chat WA dari kawan saya yang setuju dengan Islam Liberal. Baik saya dan kawan saya bukanlah orang yang memiliki pemahaman Islam yang cukup luas. Kami tidak pernah mondok dan kuliah kami juga jurusan umum, bukan agama.

Melalui WA, dia share link video pernyataan salah seorang aktivis salah satu Ormas Islam terbesar di Indonesia. Selain aktivis, dia juga sering diundang menjadi panelis di berbagai TV nasional yang membahas tentang isu moderasi dalam beragama dan katanya juga dikenal sebagai salah seorang pengamat terorisme dan radikalisme yang cukup terbilang vokal dan merupakan cucu dari sorang Kiai.

Sang aktivis dalam video itu menyampaikan bahwa untuk masuk surga tidak harus beragama Islam! Katanya, orang yang beragama lain pun, selama dia menjadi orang baik dan menjalankan agamanya, saya yakin dia masuk surga!

Melihat tayangan video itu, spontan darah saya naik. Saya sangat tidak setuju dengan pemikirannya. 

Tapi saya akui Ustaz, saya termasuk orang yang cepat emosi. Tapi, dikala emosi saya reda, biasanya saya berpikir ulang dan berusaha objektif. Dan di saat itulah terjadi dilema pemikiran saya selama ini. Di saat tenang itu, saya berupaya berpikir objektif dan setuju dengan pendapat beliau.

Walaupun saya tidak menonton video itu sampai tuntas (karena durasinya cukup panjang), namun saya menangkap inti pesannya. Di saat itu lalu timbul pemikiran dalam benak saya mengenai keadilan Allah. Dalam benak saya ketika itu, orang yang menganut agama apapun, ketika dia hidup dengan baik, tidak zalim kepada orang lain, terlebih memberi manfaat untuk orang bayak, misalnya Albert Einstein, Thomas Alfa Edison dan penemu pesawat. Jika mereka yang baik itu masuk surga hanya karena bukan beragama Islam, tentu Allah bukanlah Tuhan Yang Maha Adil.

Hal inilah yang membuat saya gundah. Di satu sisi saya meyakini bahwa orang kafir tidak akan bisa masuk surga dengan alasan apapun, tapi satu sisi lainnya saya saya juga tidak mengingkari pendapat orang yang dalam video itu.

Tolong bantu saya, Pak Ustaz. Sampai sekaramg gundah saya belum bisa hilang. 

Demikian dan tentunya saya sangat mengharapkan pencerahannya.

Terima kasih, wassalamu'alaikum wr wb.


Jawaban:

Wa'alaikumussalam Wr Wb.

Seorang tuan rumah tentu berhak menentukan siapa saja orang yang boleh memasuki rumahnya, bukan? Begitu pula dengan surga. Hanya pemilik surga yang berhak dan bisa menentukan siapa saja yang boleh masuk surga.

Syarat utama penghuni surga adalah beragama Islam. Sebab, hanya agama Islamlah yang diridhai oleh Allah SWT. Firman Allah SWT:

اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُ ۗ

"Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah ialah Islam." (Q.S. Ali Imran: 19).

Islam itu apa?

Rasulullah SAW menjelaskan sebagai berikut:

الإِسْلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُولُ اللهِ، وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ، وَتَحُجَّ البَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً .

“Islam adalah engkau bersyahadat lâ ilâha illâllâh dan Muhammadur Rasûlûllâh, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah jika engkau mampu menempuh jalannya.” (HR. Muslim dari Umar RA).

Inilah yang kita sebut dengan rukun Islam, yaitu:

  1. Bersyahadah (bersaksi) bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusannya.
  2. Mendirikan salat 
  3. Menunaikan zakat
  4. Berpuasa Ramadan
  5. Berhaji bagi yang mampu melaksanakannya.

Ingkar kepada salah satu rukun Islam diatas tentu tidak disebut Islam. Jika tidak disebut Islam, ya tentu kafir namanya.

Syarat lainnya adalah beriman. Kepada siapa? Rasulullah juga menjelaskan:

«أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ، وَمَلاِئِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَومِ الآخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ.

“Engkau beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir, dan engkau beriman kepada qadar yang baik maupun yang buruk.” (HR. Muslim dari Umar RA).

Inilah yang kita sebut dengan rukun iman yang enam, yaitu:

  1. Beriman kepada Allah
  2. Beriman kepada para Malaikat-Nya. 
  3. Beriman kepada kitab-kitab yang Allah turunkan
  4. Beriman kepada para Rasul-Nya
  5. Beriman kepada Hari Akhir
  6. Beriman qada dan qadar.

Jika ada satu saja rukun iman yang diingkari, maka gugur keimanannya. Tidak ada nama lain bagi yang gugur keimanannya  selain kafir. Dan tentunya, Islam dan Iman tidak bisa dipisahkan.

Syarat lainnya adalah mendapatkan rahmat Allah, sesuai hadis nabi SAW:


أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ  صلى الله عليه وسلم  يَقُولُ « لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ » . قَالُوا وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « لاَ ، وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِى اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ.

"Sesungguhnya Abu Hurairah berkata, ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal seseorang tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga.” “Engkau juga tidak wahai Rasulullah?”, tanya beberapa sahabat. Beliau menjawab, “Aku pun tidak. Itu semua hanyalah karena karunia dan rahmat Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Adapun iman, amal saleh dan ibadah yang dilakukan hanyalah merupakan sebab untuk memperolah rahmat Allah SWT. Jika semua itu diterima atau mendapat rida dari Allah, tentu rahmat Allah bisa diperoleh.

Banyak sekali ayat Al-Qur’an atau hadis yang menegaskan bahwa penghuni surga itu adalah orang yang beriman dan beramal saleh, diantaranya:

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ.

“Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.” (Q.S. Al-Baqarah: 82).

Lah, orang kafir kan juga beramal saleh seperti Einstein, Edison dan lainnya seperti yang Anda sebutkan, kenapa tidak masuk surga? 

Jawabannya tentu kembali ke ayat di atas, yaitu tidak beriman (kafir) dan amal salehnya ditolak oleh Allah dan tidak bernilai dimata Allah. Amal kebaikan mereka hanya bermanfaat untuk kepentingan manusia saja di dunia. Berbeda dengan orang beriman, ketika dia berbuat amal saleh atau kebaikan, selain bermanfaat bagi manusia lainnya, dia juga memperoleh pahala dari Allah, sedangkan orang kafir tidak pahala dari Allah.

Nih, bukti bahwa amal orang kafir sia-sia di mata Allah dan tentunya tidak berlaku juga di akhirat!

وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَعْمَٰلُهُمْ كَسَرَابٍۭ بِقِيعَةٍ يَحْسَبُهُ ٱلظَّمْـَٔانُ مَآءً حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَهُۥ لَمْ يَجِدْهُ شَيْـًٔا وَوَجَدَ ٱللَّهَ عِندَهُۥ فَوَفَّىٰهُ حِسَابَهُۥ ۗ وَٱللَّهُ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ.

“Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya.” (Q.S. An-Nur: 39).

Itulah salah satu bentuk keadilan Allah. Apresiasi yang begitu besar kepada mereka yang beriman. Orang kafir kan sudah diajak untuk memeluk dan mengimani rukun iman? Lah mengapa tidak mau? Salah siapa? Allah tidak Adil? 

Dan tentunya masih banyak seribu alasan orang kafir tidak masuk surga, tapi penjelasan singkat kami ini dirasa cukup. Tapi jika masih ngeyel, kami tegaskan dengan ayat berikut:

وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَآ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ.

“(Sementara itu,) orang-orang yang mengingkari (kafir) dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.” (Q.S. Al-Baqarah: 39).

Dan tentunya kami tegaskan tanpa abu-abu dan tanpa basa-basi bahwa perkataan “Masuk Surga Tidak Harus Islam” adalah perkataan sesat dan menyesatkan, dan bisa memurtadkan orang Islam!

Demikian dan semoga bermanfaat.

Wallahu A’lam.

Foto : Freepik

Bagikan Konten Melalui :