Sudah Ada Bekal Umrah? Berangkat!
Di Indonesia, daftar tunggu untuk melaksanakan haji ke Makkah tidaklah sebentar. Per 2026, daftar tunggu haji regular rata-rata 26 tahun. Antrinya saja cukup sabar dan melelahkan bukan? Sambil menunggu, silakan Umrah!
Sebagaimana yang kita pahami bahwa rukun Islam terbagi lima bagian. Tiga rukun dilakukan tanpa biaya dan dua rukun dengan biaya bagi yang mampu. Adapun tiga rukun tanpa biaya sepeserpun adalah syahadat, salat wajib lima waktu dan puasa Ramadan. Sedangkan dua rukun berikutnya yang dilakukan dengan biaya adalah zakat dan ibadah haji ke Baitullah. Semua rukun Islam yang memerlukan finansial, hanya wajib bagi orang yang sudah memenuhi syarat saja.
Ibadah haji, bukan hanya bicara finansial. Rangkaian ibadah haji juga bersentuhan dengan kekuatan fisik dan mental. Wukuf thawaf, sa’I, melontar jumrah dan mabit di Mina tentunya memerlukan tenaga yang cukup besar. Belum lagi kekuatan mental ketika berdesakan dengan jutaan umat yang datang dari seluruh penjuru dunia dengan bermacam postur tubuh, warna kulit dan karakter.
Di Indonesia, daftar tunggu untuk melaksanakan haji ke Makkah tidaklah sebentar. Per 2026, daftar tunggu haji regular rata-rata 26 tahun. Antrinya saja cukup sabar dan melelahkan bukan?
Dengan alasan daftar tunggu yang cukup lama, bagi yang sudah daftar haji regular maupun belum, disarankan untuk melaksanakan ibadah umrah. Umrah adalah ziarah atau berkunjung ke baitullah dengan dengan niat ibadah karena Allah dan melaksanakan rukun umrah seperti Ihram, thawaf, sa’i lalu bertahallul. Perbedaan haji dan umrah haji dari segi waktu pelaksanaan, rukun dan wajib haji.
Walaupun sama-sama ke Baitullah, umrah bisa dilaksanakan di bulan apa saja, tidak seperti haji yang waktunya terbatas. Umrah bisa dilakukan hanya dalam satu hari, tidak seperti haji yang bisa rampung dalam beberapa hari. Umrah tidak ada wukuf, mabit dan melontar jumrah. Singkatnya, umrah lebih simpel dibandingkan dengan haji.
Untuk menguatkan semangat berumrah, berikut kami sampaikan beberapa fadhilah (keutamaan) berumrah:
Umrah merupakan perintah Allah
Firman Allah SWT:
وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ…
"Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah" (QS. Al-Baqarah: 196).
Sebagai penggugur dosa
Hadis Nabi SAW:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ.
Dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Umrah ke 'umrah berikutnya menjadi penghapus dosa antara keduanya dan haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga." (HR. Al-Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Ibn Majah, Malik, Ad-Darimi dan Ahmad).
Terkabulnya hajat dan doa.
Berdoa saat tawaf, di saat sa’i, multazam, hijir Ismail maqam Ibrahim dan saat meminum air zamzam, semuanya dianjurkan. Jika hal ini dianjurkan, tentu doa dikabulkan oleh Allah SWT.
Selain dikabulkannya doa, hikmah umrah diantaranya adalah untuk meningkatkan iman kepada Allah SWT. Setiap salat, kita wajib menghadap kakbah. Di saat umrah, kakbah langsung terlihat oleh mata kita. Ketika tawaf dan sa’i, kita berbaur dengan jutaan jamaah dari penjuru dunia, melebur dan menjadi satu. Semua tunduk di hadapan Allah, Rabbul Bait.
Selain berziarah ke Baitullah, sangat disarankan juga kita berziarah ke makam nabi dan rasul paling mulia, Muhammad SAW dan beribadah di Raudah, salah satu taman surga yang ada di bumi, Masjid nabawi. Sungguh, perjalanan umrah bukan hanya soal ibadah, tetapi juga bersilaturahmi kepada Rasulullah SAW, orang yang paling kita rindukan dan kita sebut namanya setiap tahiat dalam salat.
Jika sudah memiliki bekal, berangkatlah!. Bagi yang belum memiliki, berdoalah dan perbanyak salawat kepada baginda nabi dan tanamkan kerinduan mendalam agar Allah memanggil kita menjadi tamu-Nya.
Wallahu A’lam.
Foto : Freepik