Pererat Ukhuwah Mualaf, PEMULIA Dompet Dhuafa dan DD Bali Gelar Silaturahim di Tegalbadeng Timur

Jembrana, Bali — PEMULIA (Pembinaan Mualaf Indonesia) Dompet Dhuafa bersama Dompet Dhuafa Cabang Bali menggelar kegiatan silaturahim dan pembinaan mualaf di Sekretariat PEMULIA Bali yang berlokasi di Desa Tegalbadeng Timur, Kabupaten Jembrana, Bali

Da'i Ambassador

Jembrana, Bali — PEMULIA (Pembinaan Mualaf Indonesia) Dompet Dhuafa bersama Dompet Dhuafa Cabang Bali menggelar kegiatan silaturahim dan pembinaan mualaf di Sekretariat PEMULIA Bali yang berlokasi di Desa Tegalbadeng Timur, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Senin, 01 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah antara mualaf binaan, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen yang selama ini turut mendukung proses pembinaan mualaf di Bali Barat.

Gambar11.jpg 139.69 KB
Sebanyak 30 mualaf binaan hadir dalam kegiatan tersebut. Turut hadir pula sekitar 10 anggota Banser serta Ketua GP Ansor Tegalbadeng Timur yang juga menjabat sebagai Ketua BAZNAS setempat. Kehadiran berbagai unsur masyarakat ini mencerminkan semangat kebersamaan dan dukungan terhadap upaya pembinaan mualaf yang terus dilakukan secara berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan memasak bersama yang melibatkan para mualaf dan anggota Banser. Suasana hangat dan penuh keakraban tampak selama proses persiapan hidangan berlangsung. Aktivitas sederhana tersebut sengaja dilakukan sebagai sarana untuk mempererat hubungan antar peserta, membangun rasa kekeluargaan, serta memperkuat ukhuwah yang telah terjalin selama ini.

Gambar12.png 6.4 MB
Setelah kegiatan memasak bersama, acara dilanjutkan dengan sambutan dari PLT Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Bali, Almada. Dalam sambutannya, Almada menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk dapat bertemu dan bersilaturahim secara langsung dengan para mualaf binaan.

"Saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk dapat hadir dan berbicara bersama Bapak dan Ibu sekalian. Mohon doa dan dukungannya dalam menjalankan amanah sebagai PLT Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Bali. Semoga ke depan kita dapat terus mempererat ukhuwah dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya para mualaf binaan," ujarnya.

Almada juga menegaskan bahwa pembinaan mualaf menjadi salah satu perhatian penting Dompet Dhuafa Bali. Menurutnya, penguatan aspek keislaman dan pendampingan sosial bagi para mualaf perlu dilakukan secara berkesinambungan agar mereka dapat menjalani kehidupan sebagai muslim dengan lebih mantap dan percaya diri.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Muhammad Labib selaku Pengelola Program Kemualafan ID Humanity Dompet Dhuafa. Dalam penyampaiannya, ia mengingatkan pentingnya semangat menuntut ilmu sebagai bekal dalam menjalani kehidupan dan memperkuat keimanan.

Labib mengutip nasihat Imam Syafi'i tentang enam syarat untuk memperoleh ilmu:

"Saudaraku, tidak akan memperoleh ilmu kecuali dengan enam perkara yang akan saya beritahukan perinciannya, yaitu kecerdasan, semangat, kesungguhan, bekal yang cukup, bersahabat dengan guru, dan membutuhkan waktu yang panjang."

Melalui nasihat tersebut, para peserta diajak untuk terus menjaga semangat belajar agama, menghadiri majelis ilmu, serta bersabar dalam menjalani proses pembinaan. Menurutnya, pemahaman agama yang baik tidak dapat diperoleh secara instan, melainkan membutuhkan kesungguhan dan proses yang berkelanjutan.

"Kita semua sedang menempuh perjalanan belajar. Tidak ada yang langsung sempurna. Yang terpenting adalah terus hadir dalam majelis ilmu, terus bertanya ketika belum memahami, dan terus memperbaiki diri dari waktu ke waktu," pesannya kepada para mualaf.

Kegiatan silaturahim ini menjadi bagian dari komitmen PEMULIA Dompet Dhuafa dalam menghadirkan pembinaan Islam yang berkelanjutan bagi para mualaf. Selain memperkuat pemahaman keislaman, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, saling menguatkan, serta mempererat hubungan antara mualaf dengan berbagai unsur masyarakat yang mendukung proses pembinaan mereka.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan para mualaf dapat semakin merasakan dukungan dari lingkungan sekitarnya serta memiliki semangat yang lebih kuat dalam menjalani kehidupan sebagai muslim. Kebersamaan yang terjalin di tengah suasana hangat dan penuh kekeluargaan menjadi modal penting dalam mewujudkan komunitas mualaf yang Tangguh dan terus bertumbuh dalam keimanan.

Bagikan Konten Melalui :